Teori Perkembangan Anak – Setiap orang berkembang dengan karakteristik tersendiri. Hampir sepanjang waktu perhatian kita menuju pada keunikan kita masing-masing.

teori perkembangan anak

Serta peran lingkungan serta orang tua menjadi hal yang sangat penting dalam perkembangan anak dari kecil hingga dewasa.

3 Teori Perkembangan Anak

1.Teori psikoanalisis

Teori ini menyatakan bahwa proses perkembangan berlangsung terutama secara tidak disadari atau unconscious (di liuar kesadaran) dan sangat diwarisi oleh emosi Perilaku hanyalah merupakan karakteristik di permukaan dan kerja simbolik dari pikiran harus dianalisis agar perilaku tersebut dapat dipahami.

Teori ini menekankan pengalaman dini dengan orang tua secara signifikan memengaruhi perkembangan psikoanalisis.

Baca juga: Kalimat Bahasa Indonesia, Pengertian, fungsi, Ciri-Ciri, Unsur, Jenis-Jenis

A.Sigmund Freud (1856-1939): perubahan psikoseksual.

Tahap perkembangan psikoseksual:

  • Oral (lahir -1,5 tahun(kesenangan bayi) mulut.
  • anal (1,5-3 tahun) anus.
  • Phalik(3-6 tahun) alat kelamin.
  • Laten(6 tahun-puber)
  • Ganital(masa puber).

Motivasi utama perilaku manusia bersifat seksual secara alami.

B.Erik Erikson

Menurut Erik Erikson ada 8 tahapan kehidupan yaitu:

  • Kepercayaan VS ketidakpercayaan (masa bayi)
  • Otonomi VS rasa malu dan ragu-ragu(1-3 tahun)
  • Inisiatif VS rasa bersalah 3-5 tahun).
  • kerja keras VS interior (SD-10 tahun)
  • identitas VS kebingungan identitas (10-20 tahun).
  • Generatifitas VS stagnasi (40-50 tahun)
  • integritas VS keputusan (60 tahun ke atas) motivasi utama manusia bersifat sosial.

2.Teori Kognitif

Teori ini didasarkan pada asumsi atau keyakinan bahwa kemampuan kognitif merupakan suatu hal yang fundamental dan yang membimbing tingkah laku anak kunci untuk memahami tingkah laku anak terletak pada pemahaman bagaimana pengetahuan tersebut terstruktur dalam berbagai aspek.

Tokoh Teori Kognitif

Pemprosesan informasi:

Baca juga: Keterampilan Menyimak, Pengertian, Tujuan, Jenis-jenis dan Tahapan

A.Jean Piaget( perkembangan kognitif piaget)

Tahapan perkembangan kognitif piaget yaitu:

a.Pengetahuan berasal dari tindakan.
b.Perkembangan mendahului pembelajaran:

  • Sensorimotor (0-2 tahun).
  • Prooperasional( 2-7 tahun)
  • Operasional kongret (7-11 tahun)
  • Operasional Formal (11- tahun dewasa).

Piaget: kecerdasan atau kemampuan kognitif anak mengalami kemajuan melalui 4 tahap yang jelas, Terjadinya perkembangan:

  • Skema organisasi adalah pola mental yang menuntun perilaku.
  • Adaptasi adalah proses penyelesaian skema sebagai tanggapan atas lingkungan melalui asimilasi dan akomodasi.
  • Asimilasi:terjadi ketika bayi memasukkan objek baru dalam skema.
  • Akomodasi: terjadi ketika onjek baru tidak sesuai dengan skema yang ada.

3.Teori Kognitif sosial budaya

Teori kognitif sisoal budaya diartikan sebagai pengetahuan tentang lingkungan sosial dan hubungan interaksional. Teori ini menekankan dampak atau pengaruh pengalaman sosial terhadap perkembangan kognitif.

Gagasan utama Vygotsky yaitu:

Perkembangan intelektual dapat dipahami hanya berdasarkan kontak historis dan budaya yang dialami anak-anak perkembangan bergantung pada sistem tanda yang ada bersama masing-masing orang ketika mereka bertumbuh misalnya: bahasa sistem penulisan, sistem berhitung pada suatu budaya.

Baca juga: Makalah Perkembangan Peserta Didik (PPD) di TK

Pembelajaran mendahului perkembangan

Perkembangan kognisi sangat terkait dengan masukan dari orang lain perolehan sistem tanda terjadi berdasarkan urutan-urutan atau tahap-tahap tetap yang sama untuk semua anak.


1 Komentar

Konsep Dasar Kajian Drama, Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia · 20/10/2019 pada 9:17 am

[…] Baca juga: √3 Teori Perkembangan Anak Menurut Para Ahli […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *