Refleksi Prosedur Pengembangan Media Pembelajaran adalah langkah langkah prosedural yang harus ditempuh oleh pengembang agar sampai ke produk yang dispesifikasikan.

Adapun yang perlu diperhatikan dalam prosedur pengembangan dengan metode media pembelajaran adalah analisa tentang karasteristik peserta didik dan materi yang akan disampaikan.

Refleksi Prosedur Pengembangan Media Pembelajaran
image credit by slideserve.com

Refleksi Prosedur Pengembangan Media Pembelajaran

Secara umum dapat dirinci langkah-langka dalam perencanaan media yaitu:

1. Identifikasi Kebutuhan dan Karakter Siswa

Sebuah perencanaan didasarkan atas kebutuhan (need), salah satu indikator adanya kebutuhan karena di dalamnya terdapat kesenjangan (gap). Kesenjangan yang dimaksud adalah adanya ketidaksesuaian antara apa yang seharusnya atau apa yang diharapkan dengan apa yang terjadi.

Dalam pembelajaran kebutuhan adalah adanya kesenjangan antara kemampuan, keterampilan, dan sikap siswa yang kita inginkan dengan kemampuan, keterampilan dan sikap siswa yang mereka miliki sekarang.

Media yang digunakan siswa, harus relevan dengan kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Misalnya seorang siswa yang ingin belajar ucapan dan percakapan dalam bahasa inggris melalui kaset audio, hanya akan dapat mengikutinya jika siswa tersebut telah memiliki kemampuan awal berupa penguasaan kosa kata dan dapat menyusun kalimat sederhana.

Dalam hal ini perlu diperhatikan bahwa program yang terlalu mudah akan membosankan bagi siswa dan sedikit sekali manfaatnya bagi siswa karena siswa tidak memperoleh tambahan kemampuan yang seharusnya.

Kemampuan dan keterampilan yang seharusnya dimiliki oleh siswa tidak dapat terpenuhi dan terserap dengan baik, sehingga tidak terjadi perubahan perilaku pada diri siswa.

Baca Juga:

2. Perumusan Tujuan

Tujuan merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan karena dengan tujuan akan mempengaruhi arah dan tindakan kita.

Dalam pembelajaran tujuan merupakan faktor yang sangat penting , karena tujuan itu yang akan menjadi arah kepada siswa untuk melakukan perilaku yang diharapkan dengan tujuan tersebut.

Tujuan yang baik yaitu jelas, terukur, operasional, tidak mudah untuk dirumuskan oleh guru, diperlukan latihan, penelaahan terhadap kurikulum dan pengalaman saat melakukan pembelajaran di kelas.

Sebagai patokan , perumusan tujuan harus memiliki ketentuan sebagai berikut:

1) Learner Oriented. dalam merumuskan tujuan, harus selalu berpatokan pada perilaku siswa, dan bukan perilaku guru.
2) Operational. Perumusan tujuan harus dibuat secara spesifik dan operational sehingga mudah untuk mengukur tingkat keberhasilannya.
3) ABCD. Untuk memudahkan merumuskan tujuan pembelajaran. Baker(1971) membuat perumusan tujuan pembelajaran yaitu:

  • A:Audience artinya sasaran sebagai pembelajar yang perlu dijelaskan secara spesifik agar jelas untuk siapa tujuan tersebut diberikan.
  • B: Behaviour artinya perilaku spesifik yang diharapkan dilakukan atau dimunculkan siswa setelah pembelajaran berlangsung.
  • C:Conditioning, yaitu keadaan yang harus dipenuhi atau dikerjakan siswa pada saat dilakukan pembelajaran.
  • D:Degree adalah batas minimal tingkat keberhasilan terendah yang harus dipenuhi dalam mencapai perilaku yang diharapkan.

3. Perumusan Materi

Perumusan materi pembelajaran adalah dari rumusan tujuan. Materi perlu disusun dengan memperhatiakan kriteria-kriteria tertentu yaitu:

  1. Sahih atau valed adalah materi yang di tuangkan dalam media untuk pembelajaran benar-benar telah teruji kebenarannya dan kesahihannya.
  2. Tingkat kepentingan (significant) adalah dalam materi perlu dipertimbangkan pertanyaan-pertanyaan.
  3. Kebermanfaatan adalah harus dipandang dari dua sudut pandang yaitu kebermanfaatan secara akademis dan nonakademis.
  4. Learnability adalah sebuah program harus dimungkinkan untuk dipelajari, baik dari aspek kesulitan.
  5. Menarik minat (interest) materi yang dipilih hendaknya menarik minat dan dapat memotivasi siswa untuk mempelajarinya lebih lanjut.

4. Perumusan Alat Pengukur Keberhasilan

Pembelajaran yang kita lakukan haruslah diukur apakah tujuan pembelajaran sudah tercapai atau tidak. Alat ukur hasil belajar berupa tes, penugasan atau daftar cek perilaku.

Yang perlu diukur adalah tiga kemampuan utama yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap yang telah di rumuskan secara rinci dalam tujuan.

Hubungan antara tujuan, materi dan tes. Penyusunan materi didasarkan atas rumusan tujuan, setelah materi selesai dirumuskan selanjutnya membuat item tes berdasarkan tujuan dan materi tersebut.

5. Penulisan Garis Besar Program Media (GBPM)

Merupakan pertunjukan yang dijadikan pedoman oleh para penulis naskah di dalam penulisan naskah program media. Beberapa manfaat dari sajian media ini yaitu:

  1. Terjadi persamaan persepsi.
  2. Effisien tidak memerlukan penjelasan yang panjang.
  3. Motivatif dan rekreatif.

3 Komentar

Pengelompokan Media Pembelajaran Berdasarkan Bentuk Penyajian · 05/11/2020 pada 10:22 pm

[…] Refleksi Prosedur Pengembangan Media Pembelajaran […]

Parafrase dan Analisis Puisi Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini · 22/11/2020 pada 6:41 pm

[…] Refleksi Prosedur Pengembangan Media Pembelajaran. […]

Refleksi Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Komputer · 03/12/2020 pada 12:28 am

[…] Refleksi Prosedur Pengembangan Media Pembelajaran […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *