Refleksi Media pembelajaran berbasis komputer adalah suatu media pembelajaran, yang menyajikan materi dan soal uji kompetensi, yang dapat digunakan oleh guru, sebagai alat bantu mengajar, dan siswa, sebagai sumber belajar mandiri, yang memerlukan komputer dalam pengoperasiannya.

Pembelajaran berbasis komputer adalah pengelolaan pembelajaran dengan memanfaatkan media komputer dalam pengelolaan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah.

Refleksi Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Komputer
pic by slideshare

Refleksi Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Komputer

Kemajuan teknologi computer muncul pada tahun 1950an sangat lamban, namun sejak 1975 ditemukan prosesor kecil (micro prosesor) keadaan tersebut berubah secara dramatis , bahkan pengembangan prosesor kecil tersebut, berlangsung hingga kini bukan saja ukuran lebih kecil tetapi kemampuannya semakin besar.

Dengan demikian ukuran komputer menjadi kecil yang diberi nama “laptop” atau “notebook” yang dapat di bawah kemana-mana.

Perkembangan teknologi khususnya teknologi komputer telah mendorong perubahan dalam semua sektor kehidupan manuasia, hampir dalam semua sektor kehidupan ini sudah tidak bisa dilepaskan lagi dari keberadaan perangkat komputer , termasuk sektor pendidikan .

Baca Juga:

Pemanfaatan perangkat komputer juga sering didentikkan dengan penggunaan jaringan situs internet, namun sebetulnya komputer tidak hanya terbatas pada perangkat komputer dan internet melainkan juga meliputi media informasi seperti, televisi, radio, multimedia player, hp, dan beragam piranti komputer lainnya.

Media dalam pembelajaran memiliki fungsi sebagai alat bantu untuk memperjelas pesan yang disampaikan guru. Media juga berfungsi untuk pembelajaran individual dimana kedudukan media sepenuhnya melayani kebutuhan belajar siswa (pola bermedia).

Beberapa bentuk penggunaan komputer media yang dapat digunakan dalam pembelajaran meliputi:

Penggunaan Multimedia Presentasi.

Multimedia presentasi digunakan untuk menjelaskan materi-materi yang sifatnya teoretis, digunakan dalam pembelajaran klasikal dengan group belajar yang cukup banyak di atas 50 orang. Media ini cukup efektif sebab menggunakan multimedia projector yang memiliki jangkauan pancar cukup besar. Kelebihan media ini adalah menggabungkan semua unsur media seperti teks, video, animasi, image, grafik dan sound menjadi satu kesatuan penyajian, sehingga mengakomodasi sesuai dengan modalitas belajar siswa.

CD interaktif

Dapat digunakan pada pembelajaran di sekolah sebab cukup efektif meningkatkan hasil belajar siswa terutama komputer. Terdapat dua istilah dalam perkembangan CD interaktif ini yaitu Computer Based Instructuion (CBI) dan Computer Assisted Instructuion (CAI) Sifat media ini selain interaktif juga bersifat multi media terdapat unsur-unsur media secara lengkap yang meliputi sound, animasi, video, teks dan grafis.

Video Pembelajaran.

Selain CD interaktif, video termasuk media yang dapat digunakan untuk pembelajaran di SD. Video ini bersifat interaktif-tutorial membimbing siswa untuk memahami sebuah materi melalui visualisasi.

Siswa juga dapat secara interaktif mengikuti kegiatan praktek sesuai yang diajarkan dalam video. Penggunaan CD interaktif di SD cocok untuk mengajarkan suatu proses. Misalnya cara penyerbukan pada tumbukan, teknik okulasi, pembelahan sel, proses respirasi dan lain-lain.

Internet.

Internet singkatan dari interconection and networking, adalah jaringan informasi global.

Pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut:

  • Dimungkinkan terjadinya distribusi pendidikan ke semua penjuru tanah air dan kapasitas daya tampung yang tidak terbatas karena tidak memerlukan ruang kelas.
  • Proses pembelajaran tidak terbatas oleh waktu seperti halnya tatap muka biasa.
  • Pembelajaran dapat memilih topik atau bahan ajar yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing.
  • Lama waktu belajar juga tergantung pada kemampuan masing-masing pembelajar/siswa.
  • Adanya keakuratan dan kekinian materi pembelajaran.
  • Pembelajaran dapat dilakukan secara interaktif, sehingga menarik pembelajar/siswa; dan memungkinkan pihak berkepentingan (orang tua siswa maupun guru) dapat turut serta menyukseskan proses pembelajaran, dengan cara mengecek tugas-tugas yang dikerjakan siswa secara on-line.

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *