Pengertian Ilmu Sastra

Pengertian Ilmu Sastra adalah ilmu yang mengkaji karya sastra dengan menggunakan berbagai pendekatan dalam kesusastraan untuk memperoleh nilai-nilai yang ada dalam karya tersebut, yang bermanfaat untuk mendidik, menghibur dan memperkaya rohani umat manusia.

Sesuatu dikatakan ilmu pengetahuan kalau memiliki yaitu:

  • Objek
  • Metode
  • Landasan teori
  • Manfaat bagi kesehatan umat manusia.

Ciri-ciri ilmu sastra sama seperti yang dimiliki oleh ilmu pengetahuan secara umum yaitu :

  • Ilmu yang menjadikan karya sastra sebagai objek kajiannya.
  • Menggunakan teori-teori kesusastraan dalam mengkaji karya sastra.
  • Menggunakan pndekatan-pendekatan kesusastraan.
  • Memberikan pendidikan dan penghiburan bagi umat manusia.

Ilmu sastra meliputi teori sastra, kritik sastra, dan sejarah sastra. Ketiga disiplin ilmu tersebut saling berkaitan dalam pengkajian karya sastra.
Studi sastra meliputi sejarah sastra, teori-teori sastra (jenis satra) dan telaah atau pendekatan kritik sastra (critical approaches to literature).

Tiga cabang studi sastra.

Baca Juga:

Tiga cabang studi sastra yaitu:

1.Teori sastra

Teori sastra ialah cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang prinsip-prinsip, hukum, kategori, kriteria karya sastra yang membedakannya dengan yang bukan sastra.

2.Sejarah sastra membahas karya sastra dari periode ke periode.

Ilmu sastra sudah merupakan ilmu yang sudah cukup usianya. Ilmu ini sudah berawal pada abad ke-3 SM, yaitu pada saat Aristoteles (322-384 SM) Menulis bukunya yang berjudul Poetica yang memuat tentang teori drama tragedi.

Sejarah sastra bagian dari ilmu sastra yang mempelajari perkembangan sastra dari waktu ke waktu.

Dikemukakan oleh Fananie (2000:19-20) bahwa berdasarkan aspek kajiannya, sejarah sastra dibedakan menjadi:

  • Sejarah genre, yaitu sejarah sastra yang mengkaji perkembangan karya-karya sastra seperti puisi dan prosa yang meliputi cerpen. Novel, drama, atau sub genre seperti pantun, syair, talibun, dan sebagainya.
  • Sejarah sastra secara kronologis, yaitu sejarah sastra yang mengkaji karya-karya sastra berdasarkan periodesasi atau babakan waktu tertentu.
  • Sejarah sastra komparatif yaitu sejarah sastra yang mengkaji dan membandingkan karya sastra pada masa lalu, pertengahan, dan masa kini.

3.Kritik sastra.

Kritik sastra (memberikan pertimbangan baik buruknya suatu karya satra untuk menyusun teori satra yang baru).

3.1 Hubungan teori sastra, kritik sastra, dan sejarah sastra.
Pada hakikatnya teori sastra membahas secara rinci aspek-aspek yang terdapat di dalam karya sastra, baik konvensi bahasa yang meliputi makna, gaya, struktur, pilihan kata, maupun konvensi sastra yang meliputi tema, tokoh,penokohan, alur, latar,dan lainnya yang membagun keutuhan sebuah karya sastra.

Di sisi lain, kritik sastra merupakan ilmu sastra yang mengkaji , menelaah, mengulas, memberikan pertimbangan, serta memberikan penilaian tentang keunggulan dan kelemahan atau kekurangan karya sastra.

Sejarah sastra adalah bagian dari ilmu sastra yang mempelajari perkembangan sastra dari waktu ke waktu, periode ke periode sebagai bagian dari pemahaman terhadap budaya bangsa.

Secara keseluruhan dalam pengkajian karya sastra antara teori sastra, sejarah sastra dan kritik sastra terjalin keterkaitan.

3.2 Sifat-sifat sastra dan fungsi sastra yaitu:

1.Mendidik (didaktik), Karya sastra memiliki nilai kebenaran dan kebaikan.

2.Menghibur, Sastra memberikan rasa senang, gembira, menentramkan para pembaca.

3.Memperkaya kalbu penikmat, Sastra memancarkan ajaran-ajaran agama yang wajib diteladani yaitu:

a. Sastra umum, Sastra umum adalah sastra yang bersifat universal.
b. Sastra bandingan, Sastra bandingan adalah sastra yang memiliki kesamaan di berbagai tempat tetapi memiliki berbagai perbedaan.
c. Sastra nasional, Sastra nasional adalah sastra yang sudah memiliki ketentuan – ketentuan yang di persyaratkan untuk menjadi sastra nasional.
d. Sastra historis yaitu kesejarahan.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *