Parafrase dan Analisis Puisi karya Taufik Ismail yang diciptakan pada tahun 1966 yang berjudul kita adalah pemilik Sah Republik ini dengan pendekatan Historis.

Parafrase dan Analisis Puisi Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini.

Parafrase dan Analisis Puisi Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini

Parafrase, Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini

Kita Adalah Pemilik Sah Republik ini

(Kata) (dia) tidak ada lagi pilihan (yang) lain . (dan )
kita harus berjalan terus(.)
Karena (kalau) berhenti atau mundur (,)
Berarti (kita) (akan ) (hancur) (.)
(kemudian) ( dia) (memberikan) (per) tanyaan (bahwa )
(apakah) kita (akan) jual keyakinan kita

Dalam (pengabdi) tanpa harga(.)
(dan) (dia) (berkata) (lagi) akan (maukah) (kalau) kita duduk satu meja (.)
(Bersama) dengan para pembunuh (pada) tahun yang lalu(.)
(di) setiap kalimat yang berakhiran (duli) tuanku?(.)
(dia ) (berkata) (bahwa ) tidak ada lagi pilihan(yang) lain .
(dan) kita harus berjalan terus(karena) kita adalah manusia bermata sayu( yang ) di tepi jalan(.)
(yang) mengancungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh (.)

Kita adalah (orang) (yang ) berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara (yang ) (dipukul) oleh banjir(,) gunung api(,) kutuk dan hama(.)
Dan (dia) bertanya-tanya (secara) (diam-diam ) (bahwa) (inikah) yang namanya merdeka(.)

Kita yang (tidak) (mempunyai ) kepentingan dengan seribu slogan
Dan (juga) seribu pengeras suara yang hampa suara(.)
(dan) tidak ada lagi pilihan (yang ) lain. (dan ) kita harus berjalan terus(.)

Baca Juga:

Analisis Puisi Dengan pendekatan Historis

Unsur sejarah yang ada dalam puisi ini adalah

Bait 1 mengisahkan semangat sang demostran yang mengajak seluruh masyarakat untuk terus maju.

Bait 2 menyadarkan kita dengan rintihan sang demonstran mengenai keyakinanan yang kuat, namun tidak tersampaikan, bahkan pengabdian yang sama sekali tidak ternilai .

Bait 3 sang demonstran menyampaikan kepedihan hidup masyarakat pribumi di negeri sendiri.

Bait 4 sebagai penutup sang demonstran yang senantiasa mengajak seluruh masyarakat untuk terus maju.

Dalam puisi ini diperoleh sebuah makna yang menyadarkan kepada umat manusia bahwa dalam hidup ini , manusia harus bangkit, berjuang dan penuh semangat untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Dan puisi ini puisi kebangkitan dan nilai budaya yang di kandung bersifat perjuangandan semangat membahana.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *