Konsep Dasar Dialektologi – Bahasa di dunia tidaklah sama. Dalam suatu negara, beragam bahasa yang dipergunakan, bahkan pada suatu daerah tertentu beragam bahasa yang dapat kita dengar dipergunakan orang.

Di Indonesia kita mengenal adanya bahasa nasional (= bahasa persatuan, bahasa resmi, bahasa negara, bahasa pengantar, bahasa kebudayaan ), dan juga bahasa daerah.

Pada dasarnya bahasa tersebut mempunyai dua aspek mendasar, yaitu aspek bentuk dan makna.

Aspek bentuk berkaitan dengan bunyi, tulisan maupun struktur bahasa, sedangkan aspek makna berkaitan dengan leksikal, fungsional maupun gramatikalnya.

Konsep Dasar Dialektologi Secara Umum

Apabila kita perhatikan dengan terperinci dan teliti bahasa itu dalam bentuk dan maknanya menunjukkan perbedaan antar pengungkapannya antara penutur yang satu dengan penutur yang lain.

Perbedaan perbedaan bahasa itu menghasilkan ragam-ragam bahasa atau variasi bahasa. Variasi itu muncul karena kebutuhan penutur akan adanya alat komunikasi dan kondisi sosial, serta faktor-faktor tertentu yang mempengaruhinya, seperti letak geografis, kelompok sosial, situasi berbahasa atau tingkat formalitas, dan karena perubahan waktu.

Keragaman bahasa tersebut merupakan subsistem-subsistem bahasa yang berbeda, yang banyak mengandung permasalahan yang kompleks, oleh karena itu penulis tertarik untuk mengkaji dan menganalisis salah satunya, yakni tentang dialek.

Konsep Dasar Dialektologi

Batasan Dialek

Dialek berasal dari bahasa Yunani dialektos yang pada mulanya dipergunakan dalam hubungannya dengan keadaan bahasa Yunani pada waktu itu.

Dialek merupakan variasi bahasa yang berbeda-beda menurut; variasi bahasa yang dipakai oleh kelompok bahasawan di tempat tertentu, atau oleh golongan tertentu dari suatu kelompok bahasawan, atau oleh kelompok bahasawan yang hidup dalam kurun waktu tertentu ( Kridalaksana, 1984: 38).

Ciri-ciri Dialek

Ciri-ciri utama dialek ialah perbedaan dalam kesatuan dan kesatuan dalam perbedaan (Meilet 1967 : 70 yang dikutip oleh Ayatrohaedi, 1979 :2). Ciri lain yakni: Dialek ialah seperngkat bentuk ujaran setempat yang berbeda-beda, yang memliki ciri-ciri umum dan masing-masing lebih mirip sesamanya dibandingkan dengan bentuk ujaran lain dari bahasa yang sama,dan Dialek tidak harus mengambil semua bentuk ujaran dari sebuah bahasa.

Faktor yang Mempengaruhi Ragam Bahasa

Beberapa pendapat para ahli bahasa mengenai faktor-faktor peneyebab adanya ragam bahasa, antara lain dikemukakan oleh Kridalaksana (1970), Nababan (1991), Suwito (1992), dan Abdul Chaer (1995).

  • Menurut Kridalaksana faktor-faktor tersebut adalah: waktu, tempat, sosio-budaya, situasi, dan sarana pengungkapan Menurut Nababn, faktor-faktor tersebut meliputi: daerah, kelompok, atau keadaan sosial, situasi dan tingkat formalitas, serta zaman yang berlainan.
  • Menurut Suwito, meliputi faktor-faktor: penutur, sosietal, dan situasi tuturan.
  • Menurut Abdul Chaer , meliputi: keragaman sosial penutur dan keragaman fungsi bahasa.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa secara garis besar ada dua faktor yang mempengaruhi ragam bahasa, yaitu faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal yaitu faktor yang berada di luar sistem bahasa, meliputi: waktu, tempat, sosial-budaya, situasi dan sarana yang digunakan. Sedangkan faktor internal adalah faktor yang ada di dalam bahasa itu sendiri, misalnya mengenai variasi fonetis, variasi fonemis, dan variasi morfolois.

Baca Juga:

Ragam-Ragam Dialek

Ragam-ragam dialek dapat digolongkan menjadi 3 kelompok golongan ( Ayatrohaedi, 1983:13) antara lain :

Dialek 1.

Di dalam kepustakaan dialektologi Roman, dialek ini disebut dalecte 1.yaitu dialek yang berbeda-beda karena keadaan alam sekitar tempat dialek tersebut digunakan sepanjang perkembangan.

Dialek itu dihasilkan karena adanya dua faktor yang salimg melengkapi, yaitu faktor waktu dan faktor tempat.

Dialek 2.

Dialek ini di dalam kepustakaan dialektologi Roman di sebut dialecte 2, regiolecte, atau dialecte regional, yaitu bahasa yang dipergunakan diluar daerah pakainya.

Dialek Sosial.

Dialek sosial atau sosiolacte ialah ragam bahasa yang dipergunakan oleh kelompok tertentu, yang membedakan dari kelompok masyarakat lainnya.

Sumber-Sumber Kajian Penelitian Dialek

Sumber Lisan.

Sumber lisan memegang peranan penting untuk penelitian dialek dan bahasa pada umumnya, yaitu para pemakai bahasa dan dialek tersebut.

Sumber itu berupa bahasa atau dialek itu sendiri maupun hal-hal yang terkandung di dalamnya, seperti cerita rakyat,adat istiadat, kepercayaan dan perundangan.

Sumber Tulis.

Sumber tulis banyak sekali memberikan bantuan di dalam usaha penelitian sumber lisan, bahkan kadang-kadang penelitian bahasa dan dialek hanya dapat dilaksanakan berdasarkan sumber itu saja, misalnya penelitian mengenai struktur bahasa atau dialek dimasa lampau.

Sumber tulis dapat dibagi 2 (dua) yaitu naskah, kamus dan atlas bahasa. Sosok suatu dialek atau bahasa terwjud berdasarkan adanya naskah, sedangkan kamus-kamus dialek merupakan sumber keterangan yang utama di dalam penelitian dialek.

Sumber lisan sebagai bagian dari kajian dialektologi mengacu pada kajian tentang perbedan-perbedaan bahasa sebagai manifestasi dari variasi dalam satu bahasa yang sama.

Perbedaan dari varian itu meliputi : Perbedaan fonetik , polimorfisme atau alofonik. Perbedaan ini berada dibidang fonologi, si penutur dialek yang bersangkutan tidak menyadari adanya perbedaan tarsebut.

Perbedaan Semantik.

Perbedaan onomasiologi yang menunjukan nama yang berbeda berdasarkan satu konsep yang diberikan di beberapa tempat yang berbeda.

Perbedaan semasiologis yaitu pemberian nama yang sama untuk beberapa konsep yang berbeda.

Perbedaan morfologis (Ayatrohaedi, 1983: 3-5).

Demikianlah tentang Konsep Dasar Dialektologi secara umum semoga bermanfaat lebih dan kurangnya mohon di beri kritik dan saran.


1 Komentar

Langkah Kerja Penelitian Dialektologi · 10/12/2020 pada 8:08 pm

[…] Konsep Dasar Dialektologi Secara Umum […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *