Jenis-Jenis DramaSolatadomai.com, Drama merupakan suatu karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dan dipertunjukkan oleh aktor yang diperagakan di panggung berdasarkan sebuah naskah. Pementasan naskah drama dapat dikenal dengan istilah teater.

Drama memiliki banyak jenis mulai dari drama modern, drama tradisional serta masih banyak lagi, namun untuk kali ini kita akan membahas jenis drama berdasarkan bentuk penampilan serta aspek konteks dan tempat pentas.

Jenis-Jenis Drama dan Penjelasannya

Jenis-Jenis Drama Dalam Pendidikan Bahasa Indonesia

A.Ditinjau dari bentuk penampilan

1.Drama komedi

Drama yang banyak ditunggu penonton yaitu drama komedi karena drama komedi ini sering menggabungkan antara yang tradisional dan modern. Dan drama komedi sengaja diciptakan untuk hiburan misalnya ketoprak, lawak, banyolan, guyun maton, dhagelan, mataram dan sebagainya.

Komedi adalah drama ringan yang sifatnya menghibur dan biasanya berakhir dengan kebahagiaan. Drama komedi ditampilkan tokoh yang tolol, konyol, gagap, atau atau tokoh yang bijaksana.

Baca Juga: Pengertian Drama, Unsur Drama

Dalam sebuah komedi sering menampilkan alur yang latah. Jalan ceriita sering menjadi kacau atau sengaja dilanggar yang dipentingkan dalam komedi adalah kesungguhan humor atau unsur yang lucu.

2.Pentomim

Pemtomim adalah drama gerak, yang diutamakan adalah kelucuan. Biarpun ada ajaran didalamnya namun disampaikan dengan gerak-gerak yang humor.

Pentomim adalah drama komedi yang mengutamakan permainan ragawi, biarpun drama pentomim itu hanya berupa gerak fisik, ternyata sering memukai penonton.

Gerakan lucu, porno, romantik, seringkali memunculkan imajinasi luar biasanya bagi penonton apalagi didukung dengan tata rias.

3.Drama Tragedi dan Malodrama

Dalam Drama Tragedi, tokohnya adalah tragichero artinya pahlawan yang mengalami nasib tragis. Dalam sejarah drama, kita mengenal drama-drama yunani yang bersifat duka. Diceritakan pertentangan antara tokoh pratagonis dengan kekuatan yang luar biasa yang berakhir dengan keputusan , kehancuran, dan kematian tokoh protagonist itu.

Drama tragedi ini juga dapat dibatasi sebagai dengan drama duka yang berupa dialog bersajak yang menceritakan tokoh utama yang menemui kehancuran karena kelemahannya sendiri seperti keangkuhan dan sifat iri hati.

Melodrama adalah lakon yang sangat sentimental, dengan tokoh cerita yang mendebarkan hati dan kehancuran. Tokoh dalam melodrama adalah tokoh yang tidak ternama ( bukan tokoh agung seperti dalam tragedi).

4.Drama Eksperimental

Penamaan drama eksperimental disebabkan oleh kenyataan bahwa drama tersebut merupakan hati eksperimen pengarangnya dan belum memasyarakat.

Baca Juga: Keterampilan Menyimak, Pengertian, Tujuan, Jenis-jenis dan Tahapan

5.Sosio Drama

Sosio drama adalah bentuk pendramatisan peristiwa-peristiwa kehidupan sehari-hari yang terjadi dalam masyarakat. Bentuk sosio drama merupakan bentuk drama yang paling elementer. Dalam sosio drama prinsip-prinsip dramatisasi tidak boleh diabaikan.

6.Drama Absurd

Nama absurd sebenarnya berhubungan dengan sifat lakon dan sifat tokoh-tokohnya. Drama absurd sesunggunya merupakan permainan symbol.

Drama jenis ini merupakan drama simbolik yang membutuhkan perenungan mendalam. Penulisan drama absurd berpandangan bahwa kehidupan di dunia ini bersifat absurd oleh sebab itu tokoh-tokohnya juga harus bersifat absurd.

Tokoh-tokohnya adalah manusia yang sangat sadar akan kebenarannya maka mereka manggelandang sebagai perwujudan dari keinginannya untuk memiliki kebebasan mutlak.

7.Drama Improvisasi

Drama improvisasi biasanya digunakan untuk melatih kepekaan pemain sehingga pemain dapat memerankan tokoh yang dibawahkan lebih hidup dan realistis.

B.Ditinjau dari aspek konteks dan tempat pentas

1.Drama pendidikan

Istilah drama pendidikan disebut sebagai drama ajaran atau drama didaktis. Lakon yang mengungkapkan kehidupan diakhirat menunjukan kepada manusia bahwa akhirnya semua orang akan ke sana.

2.closed drama (untuk dibaca)

Drama jenis ini hanya indah untuk dibaca karena para penulis drama yang sekaligus sutradara atau actor biasanya menulis drama yang tidak hanya memperhatikan struktur dan keindahan bahasa, akan tetapi yang penting adalah kemungkinannya untuk dipentaskan.

3.Drama teatrikal (untuk dipentaskan)

Menurut kodratnya seharusnya semua naskah drama dapat dipentaskan akan tetapi dalam closed drama, kemungkinan untuk dipentaskan itu kecil karena struktur lakon dan cakapannya yang tidak mendukung pementasan.

Baca Juga: Konsep Dasar Kajian Drama, Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

4.Drama lingkungan

Drama lingkungan disebut juga teater lingkungan yaitu jenis drama modern yang melibatkan penonton.

5.Drama Radio

Drama radio mementingkan dialog yang diucapkan lewat media radio. Jenis drama ini biasanya direkam melalui kaset. Drama radio juga dapat diklasifikasikan sebagai sendiwara rekaman.

6.Drama televisi dan film

Di televisi jenis pertunjukan drama (sinetron) sangat digemari oleh pemirsa. Drama skenario tidak boleh diabaikan petunjuk teknis yang lengkap dan terperinci.

Demikianlah tentang jenis-jenis drama berdasarkan bentuk penampilan serta aspek konteks dan tempat pentas semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *