Gambaran Umum Hak Asasi Manusia – Dalam sejarah perkembangan hak asasi manusia menekankan dan membahas tentang kemajuan dalam usaha melindungi hak asasi manusia yang mulai dikembangkan sejak abad ke-13 tetapi baru berkembang pesat pada abad ke-20 yang ditandai dengan penistaan penistaan terhadap sejumlah hak dasar manusia, termasuk hak hidup.

Tetapi walau pun hak asasi manusia telah menjadi gerakan global namun sinyalemen terjadinya pelanggaran hak asasi manusia masih sering terjadi tetapi sinyalemen itu tidak selamanya benar tetapi tak jarang pula muncul karena perbedaan persepsi dalam memandang pelaksanaan perlindungan hak asasi manusia pada suatu Negara.

Gambaran Umum Hak Asasi Manusia dan Norma Kehidupan

Gambaran Umum Hak Asasi Manusia dan Norma Kehidupan

DR. Idrus Affandi, SH dan Drs. Karim Suryadi juga menekankan dalam bukunya bahwa semua umat manusia di lahirkan bebas dan memiliki martabat dan hak-hak yang sama. Umat manusia pun di karuniai akal dan hati nurani sehingga kita harus saling berlaku baik dan beradap terhadap sesama kita manusia dalam suasana persaudaraan.

Bahkan sejumlah hak diakui secara universal sebagai hak asasi manusia antara lain: hak atas hidup, kebebasan dan keamanan. Tak seorang pun boleh diperbudak atau diperdagangakan, dikenakan siksaan atau perlakuan tak berperikemanusiaan atau merendahkan martabat manusia.

Setiap orang pun memiliki hak untuk tidak dikenakankan penangkapan, penahanan dan pembuangan sewenang-wenang, dan berhak sepenuhnya untuk didengar secara adil dan terbuka oleh sebuah mahkamah yang bebas dan tidak memihak .

Dalam bukunya DR. Irdus Affandi, SH dan Drs. Karim Suryadi juga mengatakan bahwa usaha bangsa-bangsa di dunia dalam melindungi hak asasi secara universal memakan waktu yang sangat panjang.

Usaha ini telah dimualai sejak sejumlah perjanjian dimasukkan kedalama piagam perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1945. Namun usaha perlindungan hak asasi manusia yang dilakukan oleh suatu Negara telah dimulai sebelum memasuki abad ke-20.

Sedangkan Aristoteles dalam bukunya mengatakan bahwa manusia adalah zoon politicon artinya manusia selalu hidup berkelompok dalam masyarakat. Masyarakat pada dasarnya memiliki dua kedudukan, yaitu sebagai makhluk sosial dan makhluk individu.

Sebagai makhluk sosial, manusia selalu membutuhkan orang lain. Oleh karena itu, ia tergantung dalam kelompok manusia yang memiliki keinginan dan harapan yang harus diwujudkan secara bersama-sama. Akan tetapi, sebagai makhluk individu tiap orang memiliki perbedaan pemikiran dan perbedaan kepentingan.

Sedangkan menurut Rosceo Pound, dalam masyarakat terdapat tiga kategori kepentingan yang dilindungi norma hukum yaitu:

  1. Kepentingan umum, terdiri atas kepentingan Negara sebagai badan hukum untuk mempertahankan kepribadian dan substasinya, contohnya memperthankan diri dari serangan Negara lain.
  1. Kepentingan Negara sebagai penjaga kepentingan-kepentingan masyarakat, contohnya menjaga fasilitas-fasilitas publik/umum dan kestabilan ekonomi.
  1. Kepentingan masyarakat terdiri atas:
  • Kepentingan masyarakat bagi keselamatan umum, contohnya keamanan dan ketertiban, kepentingan masyarakat dalam jaminan lembaga-lembaga sosial contohnya, perlindungan lembaga perkawinan atau keluarga.
  • Kepentingan masyarakat dalam kesusilaan untuk melindungi kerusakan moral contohnya, peraturan- peraturan hukum tentang pemberantasan korupsi.
  • Kepentingan masyarakat dalam pemeliharaan sumber-sumber sosial,
  • kepentingan masyarakat dalam kemajuan umum untuk berkembangnya manusia ke arah yang lebih tinggi dan sempurna.
  • Kepentingan masyarakat dalam kehidupan manusia secara individual, misalnya perlindungan kebebasan berbicara.
  • Kepentingan pribadi, terdiri atas kepentingan-kepentingan pribadi contohnya perlindungan terhadap fisik, kehendak, pendapat, keyakinan beragama, hak milik, kepentingan-kepentingan dalam rumah tangga, contohnya perlindungan bagi lembaga perkawinan dan kepentingan-kepentingan substansi, contohnya perlindungan harta benda.

Norma – Norma Dalam Kehidupan

Di mana bumi dipijak, disana langit di junjung. Merupakan pepatah yng berarasal dari Sumatra barat, pepatah tersebut menggambarkan dengan tepat kewajiban kita untuk menaati aturan atau hukum yang hidup dalam masyarakat.

Dengan menaati hukum, kehidupan yang amasn, tertib, tentram, dan damai seperti yang selalu kita dambakan akan tercipta.Sebagai warga negar kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena bangsa kita adalah bngsa yang besar.

Namun banyak diantara kita yang belum taat terhadap norma. Di jalan raya, terutama di kota besar, kita bisa menyaksikan kesemrawutan pengendara mobil yang saling berebut jalan. Mereka kadang-kadang melanggar aturan lalu lintas.

Dengan demikian, manusia merupakan bagian dari manusia lain yang hidup bersama-sama Sebagai seorang manusia yang memiliki hak asasi kita harus hidup taat pada norma yang berlaku dalam masyarakat seperti norma kesusilaan, norma kesopanan, norma agama, dan norma hukum.

  • Norma kesusilaan adalah peraturan hidup yang berkenan dengan bisikan kalbu dan suara hati nurani manusia.
  • Norma kesopanan adalah norma yang berhubungan dengan pergaulan manusia dalam kehidupan sehari-hari.
  • Norma agama adalah sekumpulan kaidah atau peraturan hidup manusia yang sumbernya dari wahyu Tuhan.
  • Norma hukum adalah peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat dan dibuat oleh badan-badan resmi Negara serta bersifat memaksa sehingga perintah dan larangan dalam norma hukum harus ditaati oleh masyarakat.

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *