Aliran Romantisme, muncul sekitar abad 18 yang dasar pembuatannya lebih terhadap tekanan emosi dari pengarangnya.

Romantisme biasanya dikaitkan dengan masalah cinta karena masalah cinta memang membangkitkan emosi.

Tetapi anggapan tersebut tidaklah selalu benar namun aliran ini menggambarkan sesuatu penuh sentimental penuh dengan perasaan.

Aliran Romantisme

Pengertian Aliran Romantisme

Aliran Romantisme adalah bentuk karya seni yang menekankan pada ungkapan perasaan sebagai dasar perwujudan pemikiran pengarang sehingga pembaca tersentuh emosinya setelah membaca karya tersebut.

Romantisme merupakan bentuk karya seni yang sebagai wujud pemikiran pengarang dengan cara pengungkapan yang seindah-indahnya dan sempurna.

Tokoh Aliran Romantisme

Theodore Géricault( 1791- 1824)

Theodore Géricault merupakan salah satu tokoh pelukis Romantik di Perancis. Karakteristik khas lukisan Géricault di antara lain komposisi yang dinamis, figur yang kaku semacam arca, serta pencahayaan yang dramatis. Géricault ialah pengagum Michelangelo, David, dan seni lukis Baroq.

Salah satu karya Géricault merupakan Raft of the Medusa( 1818- 1819) yang berdimensi sangat besar, ialah 4, 97 x 7. 16 meter. Tema lukisan itu didasarkan pada kejadian tenggelamnya kapal Perancis, La Medusa, di tepi laut Afrika pada tahun 1816.

Di antara 150 orang penumpang di dalam kapal itu, cuma 15 orang yang selamat. Mereka membuat rakit dari puing- puing kapal itu serta terapung- apung di laut sepanjang 13 hari. Dalam lukisan ini objek rakit serta figur- figur membentuk komposisi diagonal buat menekankan kesan gerak.

Faktor gelap- terang terbuat sangat kontras buat menggugah perasaan. Buat menggapai dampak realisme yang begitu kokoh, Géricault melaksanakan riset terhadap mayat- mayat di kamar mati. Dalam menggambarkan manusia telanjang, Géricault menemukan pengaruh dari Michelangelo.

Eugène Delacroix( 1798- 1863)

Eugène Delacroix menemukan pengaruh dari Géricault dan inspirasi dari Rubens. Bertentangan dengan Ingres, Delacroix mengutamakan corak serta guratan yang kuas bagaikan karakteristik khas lukisannya yang penuh emosi. Sebagian karya Delacroix menjunjung nilai- nilai setimpal dengan isu- isu politik pada zamannya.

Adegan semacam dalam The Masacre at Chios( 1821- 1824) mendesak simpati bangsa Yunani dalam perang kemerdekaan melawan Turki. Karya Delacroix Liberty Leading the People( 1830) menunjang semangat Revolusi Perancis pada tahun 1830. Banyak karya Delacroix yang lain menemukan inspirasi dari karya sastra.

Karya Delacroix Death of Sardanapalus( 1827) didasarkan pada puisi karya Lord Byron. Puisi ini mengisahkan seorang raja Asiria yang memutuskan untuk bunuh diri serta menyuruh supaya seluruh harta bendanya dimusnahkan, dari pada jatuh ke tangan musuh yang bakal menyerbunya.

Dari tempat tidur kematiannya Sardanapalus melihat sendiri gundiknya serta kuda- kudanya dibunuh dikala berjuang membela diri. Pelukis Romantik menggemari tema- tema yang memiliki sensualitas serta kejahatan.

Ungkapan kekerasan yang mencolok ditekankan dengan pencahayaan yang dramatis, corak emotif, guratan kuas yang ekspresif, serta gerakan figur- figur yang membentuk komposisi diagonal.

Franciso Goya( 1746- 1828)

Tidak hanya sebagi tokoh seni lukis Romantisme, Franciso Goya pula tokoh seni grafis. Karya Goya mencerminkan style Baroq, dengan identitas pencahayaan dramatis, guratan kuas yang halus, serta komposisi yang menekankan kekokohan diagonal.

Goya bekerja pada raja Spanyol, namun dia pemeluk republikanisme. Goya menunjang penyerbuan tentara Napoleon ke Spanyol serta berharap Napoleon hendak melaksanakan reformasi di negerinya.

Tetapi, sehabis Perancis menduduki Spanyol, harapan itu musnah, sebab memandang kekejaman tentara Napoleon. Sehabis Perancis sukses dikalahkan, Goya mulai membuat serangkaian etsa bersumber pada pengamatannya tentang kekejaman tentara Napoleon.

Karya Goya The Third of May, 1808( 1814) ialah peringatan tentang kejadian hukuman mati terhadap orang- orang Spanyol, yang melaksanakan perlawanan terhadap tentara Perancis di Madrid. Goya melukiskan orang- orang itu dengan penuh kekokohan emosi, dengan mencerna faktor gelap- terang.

Dia menggambarkan figur tentara Perancis semacam robot, memusatkan senapannya pada tawanan yang nampak tidak dapat berkutik lagi. Di mari tidak ada kesan heroik pada orang- orang Spanyol itu, namun kengerian bagaikan korban ketidakadilan.

Artikel terkait dengan Aliran Romantisme- Pengertian, Ciri, Tokoh

John Constable( 1776- 1837)

John Constable berangkat dari style naturalisme serta diketahui dengan lukisannya yang menggambarkan alam pedesaan Inggris. Constable menggemari objek alam serta mengamati sifat- sifat transiennya dengan cermat, semacam awan serta hawa yang berubah- ubah.

Dia umumnya melukis dalam dimensi kecil, bagaikan riset yang dicoba secara langsung di lapangan, yang setelah itu dipindahkan dalam dimensi besar di studio.

Karya Constabel The Hay Wain( 1821) memunculkan rasa puitis yang mencerminkan kecintaannya terhadap panorama alam alam Inggris. Lukisan itu menampakan kesegaran alam, dengan sinar matahari serta awan bergerak di atas suatu desa. Di mari nampak terdapatnya perpaduan antara style naturalisme serta Romantikisme.

Constable menghadirkan metode melukis dengan guratan kuas pendek- pendek serta corak yang terpisah- pisah, bukan bidang dengan sapuan corak kombinasi yang menyeluruh.

Dia mengoleskan corak putih secara tebal, buat mengesankan kilauan sinar. Sistem melukis ini dikira bagaikan prediksi untuk timbulnya Impresionisme di Perancis.

Joseph Mallord William Turner( 1775- 1851)

Joseph Mallord William Turner ialah pelukis panorama alam alam Romantik, namun menampilkan identitas yang jauh berbeda dengan Constable. Turner memakai pendekatan yang lebih transedental.

Dia melukis gunung, laut, serta tempat- tempat yang terdapat kaitannya dengan sejarah, tetapi dia menterjemahkan objek- objek itu kedalam pernyataan- statment puitis yang kerap melenceng jauh dari sketsa- sketsa awal mulanya.

Kadang- kadang karyanya nampak mendekati abstraksi total bagaikan riset atmosfer sinar serta corak. Oleh sebab itu, karya Turner kerap dikira bagaikan rintisan Impresionisme. Tetapi, pendiriannya lebih subjektif serta dekat dengan Romatikisme. Karya Turner misalnya Fishermen at Sea( 1796).

Thomas Cole( 1801- 1848)

Thomas Cole merupakan tokoh aliran Romantik di Amerika. Cole mengetuai kelompok pelukis Hudson River School. Lukisan Cole berbentuk panorama yang mengombinasikan naturalisme serta idealisasi keagungan.

Cole melaksanakan ekspedisi ke hutan- hutan buat merekam alam secara langsung lewat sketsa- sketsa, serta setelah itu menyelesaikannya dalam wujud lukisan di studio.

Dalam karyanya, The Oxbow( 1836), Cole memperlihatkan cerminan visual tentang sesuatu tempat di tepi Sungai Conecticut. Dalam lukisan ini, awan nampak tiba dari arah kiri komposisi serta membagikan kesan kesegaran.

Ciri-Ciri Aliran Romantisme

Ada pula ciri-ciri dari Aliran Romantisme ialah sebagai berikut:

  • lukisan yang memiliki cerita yang dahsyat serta penuh penjiwaan.
  • penuh gerak serta dinamis.
  • corak yang dituangkan bertabiat kontras serta meriah.
  • pengaturan komposisinya pula dinamis.
  • memiliki didalamnya kegetiran serta memegang perasaan.
  • keindahannya melebihi dari pada realitas.
  • Aliran romantisme umumnya lebih condong pada alam.

5 Komentar

Biografi Chairil Anwar · 07/07/2019 pada 11:07 pm

[…] karyanya yang bertajuk Aku), merupakan penyair terkemuka Indonesia. Dia diperkirakan sudah menulis 96 karya, serta 70 puisi. Bersama Asrul Sani serta Rivai Apin, dia dinobatkan oleh H. B. Jassin sebagai […]

Kumpulan Puisi Karya Chairil Anwar Sepanjang Masa | Solatadomai.com · 16/08/2019 pada 9:49 pm

[…] Baca juga: Aliran Romantisme: Pengertian, Ciri, Tokoh […]

Kalimat Bahasa Indonesia, Pengertian, fungsi, Ciri-Ciri, Unsur, Jenis-Jenis · 15/09/2019 pada 10:39 pm

[…] Baca juga: Aliran Romantisme: Pengertian, Ciri, Tokoh […]

Puisi Sajak Putih Karya Chairil Anwar, Beserta Analisis Puisi · 29/09/2019 pada 6:11 pm

[…] Baca juga: Aliran Romantisme: Pengertian, Ciri, Tokoh […]

Kumpulan Puisi Karya Chairil Anwar Terbaik Sepanjang Masa · 01/12/2019 pada 5:24 pm

[…] Baca juga: Aliran Romantisme: Pengertian, Ciri, Tokoh […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *