Aliran Ekspresionisme adalah aliran karya seni yang mementingkan curahan batin atau curahan jiwa dan tidak mementingkan peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian nyata.

Aliran Ekspresionisme

Ekpresi batin yang keras dan meledak-ledak biasa dianggap sebagai pernyataan atau sikap pengarang.

Aliran ini mula-mula berkembang di Jerman sebelum perang dunia pertama.Aliran sastra yang di dalamnya pengarang selalu menekankan pada segenap perasaan atau jiwanya sepenuhnya.

Baca Juga : Aliran Naturalisme: Pengertian, Ciri-ciri, Tokoh

Pengertian Aliran Ekspresionisme

Ekspresionisme merupakan aliran seni rupa yang menyangka kalau seni ialah suatu yang keluar dari diri seniman, bukan dari peniruan alam dunia.

Seniman mempunyai ingatan serta sistem pandang tertentu dari apa yang sempat dilihatnya di alam, kemudian diekspresikan pada karyanya.

Seniman ekspresionis menghiraukan bermacam metode penciptaan resmi untuk memperoleh ekspresi yang lebih murni serta tanpa tekanan dari kepentingan ekstrinsik Seni.

Karakteristik Aliran Ekspresionisme

  • Mempunyai kebebasan buat berimajinasi
  • Mempunyai kebebasan buat menghasilkan sesuatu seni
  • Karya tidak bersifat kaku serta monoton
  • Tidak terdapatnya batas dalam mengatakan ekspresi
  • Wujud ekspresinya biasa ada pada emosi kemarahan serta tekanan mental dan senang.

Ciri-ciri Aliran Ekspresionisme

  • Tidak mengutamakan kemiripan ataupun kenaturalan objek yang dilukis
  • Sapuan kuas yang berani, tidak malu- malu serta ekspresif
  • Metode menggambar yang nampak naif, tetapi senantiasa mempunyai komposisi yang apik
  • Mementingkan ekspresi orang seniman dibanding dengan peniruan alam
  • Memakai corak bagaikan simbol buat sesuatu perihal, bukan bagaikan perona objek
  • Menolak pandangan hidup modern yang kelewatan serta membagikan imbas terus menjadi tidak memanusia

Baca Juga : Aliran Realisme

Tokoh Aliran Ekspresionisme

Edvard Munch

Edvard Munch merupakan seseorang seniman yang diketahui senantiasa mengangkat issue- issue kematian yang berhubungan dengan penyakit kronis, pembebasan stigma intim, serta aspirasi religius.

Ia mengatakan wacana tersebut lewat karya- karyanya yang semi abstrak, subjek misterius serta corak simbolis yang intens.

Munch dibesarkan oleh Bapaknya yang ialah seseorang fundamentalis Agama“ radikal” serta menyangka kalau kematian dini Ibunya merupakan wujud hukuman dari Tuhan.

Munch yang dicekoki oleh asumsi bapaknya yang serupa itu justru malah jadi pemberontak pada ide- ide fundamental agama semacam itu. Sehingga tema itu pula yang jadi obsesinya dalam berkarya.

Ernst Ludwig Kirchner

Ernst Ludwig Kirchner merupakan wujud Pemimpin kelompok seni Die Brücke yang tumbuh di Dresden serta Berlin saat sebelum Perang Dunia I.

Dia dianggap selaku salah satu seniman Ekspresionisme yang sangat berbakat di Jerman.

Dia membentuk kelompok tersebut sebab termotivasi oleh pemikiran manusia di dunia modern serta perasaan kehabisan wacana spiritualitas serta orisinalitas.

Dia menolak style akademik serta ilham dari dunia modern yang dikira terus menjadi tidak memanusia.

Dikala Perang Dunia kesatu lagi berlangsung Kirchner mengasingkan diri di Davos, Swiss. Disitu dia menciptakan banyak karya lukis tetapi karyanya tidak sukses menarik atensi dunia seni mainstream Jerman.

Kala Nazi menguasai Jerman di tahun 1930- an ia pula jadi korban kampanye Nazi yang mau memusnahkan“ Kemerosotan Seni”. Tekanan mental serta tertekan, dia kesimpulannya memutuskan buat bunuh diri.

Affandi

Affandi merupakan seseorang pelukis ekspresionis yang populer dengan metode khas menumpahkaan cat dari tube- nya langsung pada kanvas.

Dia menyebut dirinya sendiri bagaikan“ Pelukis Kerbau” yang secara eksplisit berarti sangat bodoh buat jadi seniman.

Tetapi dalam ekspedisi karirnya dia senantiasa sanggup menguasai serta menggeluti bidang seni rupa. Dia lebih bahagia menekuni suatu dengan sistem langsung terjun menggelutinya.

Dia merupakan seniman yang pengaruhnya lumayan besar pada pertumbuhan seni rupa Indonesia.

Affandi pula pernah turut andil dalam perjuangan negara ini dalam mencapai kemerdekaannya lewat dunia seni.

Baca Juga : Pengertian Puisi dan Jenis-Jenis Puisi


4 Komentar

Aliran Romantisme: Pengertian, Ciri, Tokoh · 06/07/2019 pada 5:08 pm

[…] Aliran Ekspresionisme: Pengertian, Tokoh, Ciri-ciri, Karakteristik […]

Kumpulan Puisi Karya Chairil Anwar Terbaik Sepanjang Masa · 20/08/2019 pada 8:56 pm

[…] Baca juga: Aliran Ekspresionisme: Pengertian, Tokoh, Ciri-ciri, Karakteristik […]

Genre Sastra dan Sistem Sastra Menurut Para Ahli · 07/09/2019 pada 7:49 pm

[…] Baca juga: Aliran Ekspresionisme: Pengertian, Tokoh, Ciri-ciri, Karakteristik […]

Mengenal Jenis - jenis Aliran Dalam Karya Sastra · 04/12/2020 pada 11:44 pm

[…] Aliran Ekspresionisme: Pengertian, Tokoh, Ciri-ciri, Karakteristik […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *